www.pantaupublik.id – Payakumbuh, pada awal bulan Agustus 2025, tim dari Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang melaksanakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan standar dan pengelolaan keuangan homestay di Kampung Adat Balai Kaliki. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2025 sebagai bagian dari Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN), yang menciptakan kolaborasi antara akademisi dan masyarakat untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada kearifan lokal.
Kegiatan ini dipimpin oleh Fran Serano Andres, S.T., M.M., dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua Kampung Adat Balai Kaliki, serta berbagai kelompok yang ikut berpartisipasi, seperti Kelompok Sadar Wisata dan pemilik homestay. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan homestay agar lebih terstandarisasi dan profesional.
Kampung Adat Balai Kaliki dikenal luas karena keberadaan tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau yang masih terjaga hingga kini. Melalui observasi yang dilakukan, ditemukan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya. Namun, pengelolaan homestay di kawasan ini masih perlu banyak perbaikan untuk meningkatkan daya tarik dan persaingan di dunia pariwisata.
Dalam rangka menjawab tantangan ini, tim pengabdian melaksanakan dua kegiatan pendampingan yang bertujuan untuk membantu pengelola homestay memahami standar yang diperlukan dan meningkatkan manajemen keuangan mereka.
Menyusun Standar Pengelolaan Homestay yang Diperlukan
Kegiatan pertama berfokus pada sosialisasi mengenai standar ASEAN Homestay serta evaluasi kondisi homestay yang ada. Dipandu oleh Pasaribu, SST.Par, M.Si.Par, CHE, sosialisasi ini sangat penting karena membantu pengelola homestay memahami berbagai aspek yang harus diperhatikan dalam pelayanan kepada tamu.
Tim pengabdian kemudian melakukan evaluasi fasilitas dan pelayanan yang ada di homestay di Kampung Adat Balai Kaliki. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk memberikan rekomendasi pengembangan yang akan meningkatkan kualitas layanan, termasuk aspek kebersihan, keamanan, dan manajemen yang baik.
Dengan harapan bahwa hasil dari kegiatan ini akan meningkatkan daya saing destinasi tersebut, diharapkan Kampung Adat Balai Kaliki dapat menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang otentik. Sosialisasi dan evaluasi kedua aspek ini menjadi fondasi bagi pengembangan lebih lanjut dalam pengelolaan homestay.
Pelatihan Manajemen Keuangan untuk Pengelola Homestay
Kegiatan kedua yang dilaksanakan adalah pelatihan manajemen keuangan homestay berbasis digital. Dipandu oleh Dr. Hermansyah, S.Pd., M.Pd, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan profesional.
Namun, tidak hanya teori, pelatihan ini juga mencakup praktik langsung dalam pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan yang diperlukan untuk evaluasi kinerja usaha homestay. Namun, seiring dengan kemajuan zaman, penting bagi pengelola untuk beradaptasi dengan sistem digital.
Tim pengabdian menciptakan platform berbasis Google Spreadsheets yang sederhana untuk membantu pengelola homestay dalam mencatat setiap transaksi, mulai dari data tamu hingga harga produk secara sistematis. Penggunaan platform ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses pengelolaan keuangan di masing-masing homestay.
Manfaat Kolaborasi antara Akademisi dan Masyarakat Lokal
Kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat setempat dalam kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan homestay di Kampung Adat Balai Kaliki. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, masyarakat menjadi lebih terampil dalam pengelolaan usaha, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan dan standar layanan.
Hal ini juga menunjukkan bagaimana program integrasi antara prodi dan nagari dapat mendorong pembangunan pariwisata sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi lokal. Selain memperbaiki kualitas layanan, peningkatan kapasitas manajerial diharapkan dapat membangun citra positif Kampung Adat Balai Kaliki sebagai destinasi wisata.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh tim pengabdian tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pengelola homestay, tetapi juga memberi dampak yang lebih besar terhadap perekonomian dan pelestarian budaya daerah. Keterlibatan masyarakat dalam proses ini menjadi modal utama untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau.
Menuju Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Barat
Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan Kampung Adat Balai Kaliki dapat menjelma menjadi salah satu alternatif menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman yang berbeda. Dengan mengedepankan aspek budaya dan kearifan lokal, pariwisata berkelanjutan bisa diwujudkan lebih efektif.
Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk terus mendukung dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata. Keberlanjutan dalam pengelolaan homestay dan destinasi wisata budaya ini berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.
Seiring dengan waktu, semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat diharapkan dapat terus bertumbuh, sehingga demi kebaikan bersama, baik dari sisi ekonomi maupun pelestarian budaya. Dengan demikian, Kampung Adat Balai Kaliki dapat tumbuh dan berkembang sebagai tujuan wisata unggulan di Sumatera Barat, menciptakan manfaat bagi masyarakat setempat dan pengunjung yang datang. Semua ini adalah bagian dari upaya bersama menuju pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.


