www.pantaupublik.id – Universitas Negeri Padang (UNP) baru saja menyelenggarakan pemilihan Duta Informasi Kampus 2025, di mana Jullyanda Fajar Pratama dan Salsabila Tri Rahmi berhasil meraih penghargaan sebagai Uda dan Uni. Keduanya menunjukkan kemampuan luar biasa saat bersaing dengan ratusan peserta lain dalam acara yang diselenggarakan di Auditorium UNP, yang menjadi sorotan publik di malam yang bersejarah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterbukaan informasi di kalangan mahasiswa. Sebagai wakil dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jullyanda serta Salsabila yang berasal dari Fakultas Teknik melalui serangkaian proses seleksi ketat untuk mencapai posisi tersebut.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D., memberikan sambutan yang menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia menyampaikan harapan agar para duta informasi ini mampu menyebarluaskan nilai-nilai literasi digital serta transparansi informasi di lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Rektor menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak menerima informasi publik. Menurutnya, Duta Informasi Kampus diharapkan dapat menjadi contoh teladan dalam menyebarkan pemahaman tentang bagaimana akses informasi dapat dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Krismadinata juga mengingatkan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi arus informasi yang berlimpah di era digital saat ini. Ia mengajak mahasiswa untuk lebih selektif dalam menerima informasi agar tidak terjebak dalam berita palsu yang seringkali menyesatkan.
Duta Informasi Kampus: Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa dalam Era Digital
Pemilihan Duta Informasi Kampus ini bukan sekadar gelar, melainkan mencerminkan tanggung jawab besar yang diemban oleh para pemenang. Duta diharapkan dapat mendorong rekan-rekannya untuk lebih peka terhadap isu-isu keterbukaan informasi di kampus dan sekitarnya.
Dengan adanya Duta Informasi, diharapkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya literasi informasi semakin meningkat. Hal ini penting agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen informasi yang kritis dan konstruktif.
Duta Informasi juga akan mendapatkan pembekalan di bidang komunikasi dan manajemen informasi. Ini penting agar mereka mampu menyampaikan pesan dengan efektif, terutama di tengah maraknya informasi yang beredar di dunia maya.
Selama masa jabatan mereka, Jullyanda dan Salsabila diharapkan dapat menjalankan berbagai program yang mencakup seminar, diskusi, dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu digital dan transparansi informasi.
Pemilihan duta ini juga melibatkan penilaian dari berbagai aspek, mulai dari penampilan hingga kemampuan komunikasi. Melalui beragam tes, finalis dituntut untuk menunjukkan kematangan pendapat dan kepekaan terhadap masyarakat.
Karya dan Inovasi dari Uda-Uni Duta Informasi Kampus UNP 2025
Jullyanda dan Salsabila juga berkomitmen untuk menjalankan berbagai program inovatif selama masa jabatan mereka. Salah satu rencana mereka adalah menyelenggarakan workshop tentang literasi digital dan pencegahan hoaks di kalangan mahasiswa.
Workshop tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memilah informasi yang benar. Dengan pendekatan yang interaktif, peserta diharapkan tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi aktif berpartisipasi dalam diskusi.
Selain itu, mereka juga merencanakan dibuatnya platform online untuk berbagi informasi yang relevan dan akurat. Media ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mengembangkan wawasan mereka.
Kegiatan lain yang dirancang adalah kampanye kesadaran informasi melalui media sosial. Mengingat kekuatan media sosial saat ini, Duta Informasi Kampus akan memanfaatkan platform itu untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Inisiatif-inisiatif ini bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin lebih paham tentang isu-isu keterbukaan informasi. Dengan adanya kampanye ini, diharapkan akan terbentuk generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam konsumen informasi.
Pembekalan dan Kegiatan Sebelum Malam Puncak Pemilihan Duta
Sebelum malam puncak pemilihan, peserta mendapatkan pembekalan yang komprehensif tentang keterbukaan informasi publik. Pembekalan ini menjadi penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang mendalam sebelum terjun ke lapangan.
Para peserta juga dilatih untuk memahami pentingnya keterbukaan informasi dalam konteks pemerintahan dan masyarakat. Dengan demikian, mereka bisa lebih peka terhadap isu-isu yang berkaitan dengan transparansi informasi di berbagai sektor.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi mahasiswa dari beragam fakultas, menciptakan sinergi dan keterhubungan antar disiplin ilmu. Hal ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan yang ada di era informasi saat ini.
Ketua Pelaksana acara ini, Dr. Efni Cerya, M.Pd., E., C.EML., C.PS., menyatakan bahwa acara ini adalah hasil kolaborasi antara berbagai pihak untuk mendorong mahasiswa menjadi cerdas dan bertanggung jawab. Ini merupakan kontribusi nyata dalam menciptakan pemimpin masa depan yang memahami pentingnya keterbukaan informasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan bukan hanya para pemenang, tetapi semua peserta akan menjadi agen perubahan yang mampu bersaing di era digital dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni. Dengan pemahaman yang kuat tentang informasi, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.


