www.pantaupublik.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, telah mengumumkan bahwa Konferensi Wakaf Internasional akan segera dilaksanakan selama empat hari di Hotel Truntum, Padang. Acara ini diharapkan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari dalam dan luar negeri, yang menunjukkan perhatian global terhadap isu wakaf.
Keberadaan para tokoh nasional dan internasional menjadi indikasi bahwa wakaf tidak hanya menjadi sorotan dalam skala nasional, tetapi juga mendapatkan perhatian dari para pemimpin dunia. Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Barat yang menjadi tuan rumah acara ini.
Dalam acara tersebut, sejumlah pembicara utama seperti Wakil Presiden RI ke-13, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, dan Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Kairo, Prof. Dr. Muhammad Ad-Duwaini, telah dipastikan kehadirannya. Keikutsertaan mereka bisa memberikan perspektif yang lebih luas tentang konsep wakaf di berbagai negara.
Persiapan Menyeluruh untuk Konferensi Wakaf Internasional
Mahyeldi menyatakan rasa syukurnya atas antusiasme para tokoh yang berkenan hadir. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah sinyal positif demi pengembangan ide dan praktik wakaf di Indonesia. Ini adalah kesempatan langka untuk berbagi pemikiran yang dapat menguntungkan umat secara global.
Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pondok Modern Darussalam Gontor. Melalui kerjasama yang erat ini, diharapkan bisa lahir gagasan baru yang produktif dalam pengelolaan wakaf yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Untuk mendukung suksesnya acara ini, berbagai persiapan telah dilakukan. Selain menghadirkan 28 pembicara dari berbagai latar belakang, panitia juga telah menyusun enam agenda utama yang dirancang untuk memberikan edukasi dan interaksi langsung dengan peserta.
Agenda Utama dalam Konferensi Wakaf Internasional
Ahmad Zakri, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menjelaskan enam agenda yang telah disusun. Masing-masing agenda dirancang agar hasilnya dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar wacana semata. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan dampak nyata dari wakaf produktif.
Agenda-agenda tersebut meliputi Konferensi Wakaf Internasional yang menjadi inti dari kegiatan, serta pelatihan sertifikasi bagi nazhir wakaf yang kompeten. Ini penting untuk memastikan bahwa pengelolaan wakaf dilakukan oleh pihak-pihak yang mumpuni dan profesional.
Selain itu, akan ada pameran produk wakaf yang diharapkan bisa menunjukkan hasil nyata dari praktik wakaf. Juga terdapat Waqf and Investment Gathering, yang ditujukan untuk menghubungkan berbagai pihak dalam dunia investasi wakaf.
Manfaat Wakaf untuk Masyarakat dan Ekonomi
Dengan adanya program “Waqf Goes to School/Campus”, diharapkan generasi muda akan lebih memahami pentingnya wakaf dan bagaimana mereka bisa berkontribusi. Melalui pendidikan di kalangan pelajar dan mahasiswa, diharapkan kesadaran akan potensi wakaf semakin meningkat.
Silaturahmi Nasional yang akan diadakan antara ulama dan pengasuh pesantren juga menjadi salah satu agenda penting. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun jaringan yang solid serta meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wakaf.
Konferensi Wakaf Internasional ini merupakan momentum untuk memperkuat perekonomian umat. Dengan kolaborasi lintas sektoral dan dukungan dari berbagai pihak, wakaf dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.


