www.pantaupublik.id – Pasaman — H. Benny Utama, S.H., M.M., yang merupakan anggota Komisi III DPR RI, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Polres Pasaman, yang mendapat dukungan penuh dari Polda Sumbar. Apresiasi tersebut diberikan menyusul keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap terduga pelaku kasus penganiayaan terhadap Saudah, seorang perempuan lanjut usia, yang terjadi di Pinggir Sungai Lubuk Aro, Jorong VI, Nagari Padang Metinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.
Dalam pandangannya, tindakan tegas polisi ini menjadi sinyal positif bagi penegakan hukum di Indonesia. Ia menilai, langkah cepat dari pihak kepolisian sangat diperlukan untuk menjaga situasi aman di masyarakat dan mencegah spekulasi yang bisa menimbulkan keresahan di kalangan publik.
Benny Utama menekankan bahwa penanganan kasus penganiayaan ini mencerminkan komitmen Polri dalam menegakkan keadilan serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. Melihat fenomena kekerasan yang sering terjadi, langkah seperti ini dinilai sangat penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Saya sebagai mitra kerja Polri di Komisi III DPR RI ingin memberikan apresiasi kepada kepolisian yang telah melakukan tindakan cepat dan sesuai prosedur hukum. Ini adalah contoh nyata dari ikhtiar mereka dalam menjaga keamanan masyarakat,” ungkap Benny Utama, saat wawancara yang dilakukan pada Selasa, 6 Januari 2026.
Benny Utama menegaskan bahwa tindak pidana penganiayaan adalah masalah serius yang seharusnya tidak ditoleransi, terutama jika korban adalah perempuan lanjut usia. Oleh karenanya, ia berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan transparan, profesional, dan berkeadilan demi memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Ia juga meminta agar masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian dalam menangani kasus ini. Menurut Benny, akan semakin kuat kepercayaan publik jika setiap kasus ditangani dengan objektif dan tanpa diskriminasi.
Lebih lanjut, Benny Utama mengingatkan agar kepolisian juga memperhatikan aspek pencegahan, selain hanya fokus pada penindakan. Melalui pendekatan edukatif dan persuasif, diharapkan dapat menekan potensi terjadinya kekerasan serupa di masa mendatang.
Dalam kesempatan ini, Benny Utama juga menyampaikan rasa empatinya kepada korban penganiayaan dan keluarganya. Ia berharap korban mendapatkan perawatan medis yang optimal dan dukungan hukum yang memadai selama proses hukum berlangsung.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat diakui Benny Utama sebagai salah satu kunci menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di daerah. Dengan kerja sama yang baik, berbagai masalah sosial dapat diatasi tanpa harus berujung pada tindak kekerasan.
Untuk menutup pernyataannya, Benny Utama kembali menegaskan komitmen Komisi III DPR RI dalam mengawal kinerja aparat penegak hukum. Ia berharap bahwa keberhasilan dalam pengungkapan kasus ini menjadi contoh nyata dari kehadiran negara untuk melindungi warganya.
Sementara itu, Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat, melalui Kepala Satreskrim Polres Pasaman, AKP Fion Joni Hayes, mengkonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku penganiayaan, yang berinisial IS (26), seorang mahasiswa. Terduga pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut di Polres Pasaman.
Pentingnya Tindakan Cepat dalam Penegakan Hukum
Tindakan cepat dalam penegakan hukum sangat krusial untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Dalam kasus ini, respon yang sigap dari Polres Pasaman menunjukkan bahwa mereka serius menangani berbagai bentuk kejahatan, terutama yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan.
Dari perspektif hukum, setiap tindakan penganiayaan harus ditinjau secara mendalam untuk menghindari kesalahan dalam penanganan kasus. Benny Utama menekankan bahwa penting bagi setiap pihak, terutama penegak hukum, untuk melakukan penyelidikan secara objektif dan adil demi menjaga kepercayaan masyarakat pada institusi hukum.
Situasi yang melibatkan perempuan lanjut usia dalam penganiayaan ini harus menjadi alarm bagi seluruh masyarakat. Penting bagi semua untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, di mana setiap individu, khususnya perempuan, merasa terlindungi dari segala bentuk kekerasan.
Peran Masyarakat dalam Mencegah Kekerasan
Kesadaran masyarakat berperan penting dalam mencegah tindak kekerasan. Benny Utama mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar, dengan mengedepankan dialog dan komunikasi yang baik.
Edukasi tentang bahaya kekerasan dan bagaimana cara melaporkannya harus disampaikan kepada masyarakat luas. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kepedulian, tetapi juga meminimalkan kemungkinan terjadinya kasus serupa di masa depan.
Penting juga untuk memberdayakan perempuan dan kelompok rentan lainnya agar memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam melindungi diri mereka. Langkah-langkah preventif ini perlu diterapkan agar tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum dalam menyelesaiakan masalah kekerasan.
Sinergi Antara Penegak Hukum dan Masyarakat
Sinergi yang baik antara penegak hukum dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Benny Utama menegaskan bahwa melalui kerja sama, berbagai persoalan sosial bisa diselesaikan dengan cara yang lebih humanis dan tidak harus berujung pada kekerasan.
Partisipasi aktif dari masyarakat dalam mendukung kepolisian, terutama dalam hal memberikan informasi yang akurat, menjadi salah satu cara memperkuat kolaborasi ini. Sebagai mitra strategis, masyarakat juga perlu memahami peran mereka dalam membantu penegakan hukum yang adil dan efektif.
Melalui upaya bersama, harapan untuk mencegah tindak kekerasan dan mengedepankan keadilan dapat terwujud. Ini adalah langkah besar menuju masyarakat yang lebih aman, di mana masing-masing individu dapat hidup dengan rasa aman dan tanpa rasa takut.


