www.pantaupublik.id – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PSDKU Universitas Negeri Padang di Kota Sawahlunto mengadakan sebuah acara yang menarik perhatian masyarakat dan dunia pendidikan, yaitu Expo Media Pembelajaran Berbasis Digital. Bertema “Digital Learning: Inspire, Create, Innovate,” acara ini berlangsung pada hari Selasa, 2 Desember 2025, dan menjadi ruang kolaborasi serta perwujudan transformasi pendidikan digital bagi pengajar di tingkat sekolah dasar.
Dalam acara ini, terdapat 13 stand yang dirancang khusus untuk memamerkan modul ajar digital inovatif yang diciptakan oleh mahasiswa PGSD angkatan 23. Para guru diberikan kesempatan untuk mencoba langsung, berdiskusi, serta memberikan umpan balik terhadap media yang dipamerkan, yang tentunya memberikan pengalaman baru bagi mereka dalam mengeksplorasi dunia pendidikan yang semakin modern.
Expo ini tak hanya menghadirkan pameran modul ajar, tetapi juga dimeriahkan dengan sesi berbagi pengalaman dan diskusi antara mahasiswa dan guru mengenai penggunaan modul ajar digital. Kegiatan ini dianjurkan untuk menambah wawasan, memperluas jaringan, dan menciptakan dialog interaktif antara pengembang modul dan pengguna, yang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang pendidikan yang kini semakin berkembang pesat.
Inisiatif Pendidikan Digital Oleh Mahasiswa PGSD
Acara ini merupakan bentuk nyata dari pemikiran kreatif mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya dalam pengajaran di sekolah dasar. Dengan meningkatkan pengalaman belajar melalui modul ajar yang berbasis digital, maka diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar siswa secara lebih efektif. Hal ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa tidak sekadar belajar teori, tetapi juga menerapkan ilmu mereka dalam bentuk aksi nyata.
Selain modul ajar, acara tersebut juga menghadirkan berbagai aplikasi pembelajaran digital yang telah terbukti efektif dan menarik. Para guru diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi beragam aplikasi tersebut dan melihat bagaimana penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar mereka di kelas. Dengan cara ini, diharapkan guru dapat lebih siap dalam mengadopsi teknologi ke dalam metode pengajaran mereka.
Partisipasi aktif dari berbagai pihak pada acara ini menciptakan lingkungan yang menyemangati inovasi dan kolaborasi. Dosen pembimbing pun berperan penting dalam memberikan arahan dan dukungan kepada mahasiswa dalam proses pembuatan modul ajar digital tersebut. Sehingga, mahasiswa merasa lebih percaya diri dalam mempresentasikan karya mereka kepada para guru.
Dukungan Dari Pihak Fakultas dan Stakeholder Pendidikan
Dukungan kuat dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang juga menjadi salah satu faktor keberhasilan acara ini. Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, menekankan pentingnya keterampilan digital dan inovasi dalam pendidikan. Menurutnya, kegiatan semacam ini adalah manifestasi dari kurikulum yang mengedepankan kemampuan digital bagi calon pendidik masa depan.
Tak hanya itu, tokoh-tokoh pendidikan seperti Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto juga memberikan sambutan hangat terhadap kegiatan ini. Dr. Asril, M.Pd, menyampaikan keyakinan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kesiapan calon pendidik menghadapi era digital. Dengan adanya teknologi, proses belajar mengajar diharapkan akan lebih relevan dan efektif.
Selain sambutan dari berbagai tokoh, kegiatan ini juga diperkuat oleh antusiasme yang tinggi dari para peserta. Koordinator PSDKU UNP, Ichsan Nasution, S.Pd., M.T., mengapresiasi semua yang terlibat. Dia percaya bahwa sinergi antara mahasiswa dan guru ini akan memperkuat ikatan serta meningkatkan kualitas pendidikan di Sawahlunto.
Respon Positif dari Guru dan Masyarakat Pendidikan
Respon dari guru-guru yang mengikuti expo menunjukkan adanya harapan dan keinginan untuk terus berinovasi dalam pengajaran. Beberapa guru menyatakan bahwa modul ajar digital yang diperkenalkan sangat membantu dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. “Inovasi ini sangat bermanfaat, membantu kami menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik,” ujar salah satu guru yang hadir.
Di samping itu, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari pengalaman para guru yang sudah berpengalaman. Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengembang modul, tetapi juga sebagai peserta yang aktif dalam mendalami praktik pedagogis yang baik. Dalam prosesnya, mereka bisa berbagi wawasan dan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi terbaru dalam pendidikan.
Dosen Pembimbing Inovasi Pembelajaran, Refiona Andika, S.Pd., M.Pd, juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam pendidikan, dengan menyatakan bahwa inovasi dalam pembelajaran akan terus berkembang seiring dengan kesiapan guru dalam menerapkannya. Menurutnya, perubahan dalam sistem pendidikan harus dimulai dari guru, agar siswa dapat belajar dengan cara yang lebih efektif.
Mempersiapkan Generasi Pendidikan yang Berdaya Saing
Kegiatan ini bukan hanya sebatas pameran, tetapi juga merupakan komitmen untuk menghasilkan calon pendidik yang siap menghadapi tantangan zaman. Melalui inovasi modul ajar digital, kami berharap dapat mendorong perkembangan pendidikan yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Sinergi antara mahasiswa dan guru diharapkan dapat mendukung pengembangan kualitas pendidikan di daerah.
Dalam kurun waktu yang akan datang, diharapkan melalui kegiatan seperti ini, akan muncul lebih banyak ide-ide inovatif untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Expo ini memberikan inspirasi bagi semua pihak untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan, maka pendidikan di Sawahlunto dan sekitarnya diharapkan akan semakin baik dan siap menghadapi era globalisasi. Sinergi antara akademisi, praktisi pendidikan, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.


