www.pantaupublik.id – Jember menjadi sorotan saban kali para legislator berusaha mendorong kebijakan demi kemajuan daerah. Salah satu yang mencolok adalah pernyataan Candra Ary Fianto, anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, dalam resesnya di Kecamatan Kalisat.
Dalam forum tersebut, Candra mengungkapkan pentingnya dua peraturan daerah yang dianggap krusial, yaitu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Peraturan Daerah tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Keduanya dinilai dapat memberikan perlindungan bagi lahan pertanian dan para pelaku UMKM di Jember.
Candra menekankan, “Perlindungan lahan pertanian merupakan kunci keberhasilan ketahanan pangan yang menjadi bagian dari program Asta Cita Presiden.” Dengan manajemen lahan yang baik, program ketahanan pangan dapat berjalan optimal.
Implementasi RTRW yang mutakhir pun bakal membawa manfaat lebih bagi penanaman modal di Jember. Candra menekankan, kepastian hukum yang jelas akan membuat investor lebih percaya diri untuk berinvestasi di daerah ini.
Sekaligus, perlunya dukungan bagi UMKM menjadi fokus utama Candra dalam reses ini. Masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor ini layak mendapatkan perhatian untuk pengembangan usaha mereka.
Selanjutnya, Candra menggarisbawahi bahwa pembahasan dan pengesahan Perda tentang UMKM harus dipercepat agar pelaku usaha tidak terkendala dalam akses permodalan maupun pemasaran. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, potensi lokal bisa berkembang dengan baik.
Keseriusan Candra dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat terlihat jelas. Ia berkomitmen untuk berjuang demi kepentingan rakyat, terutama dalam upaya mendukung UMKM agar lebih berdaya saing.
Perlunya Kebijakan Tata Ruang yang Tepat untuk Jember
Keberadaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kabupaten Jember menjadi isu penting yang harus diperhatikan. Tanpa adanya pengaturan yang jelas, lahan produktif dapat beralih fungsi secara sembarangan, yang berpotensi merugikan sektor pertanian.
Candra menjelaskan bahwa RTRW yang mutakhir tidak hanya berfungsi sebagai regulasi, tetapi juga sebagai panduan bagi pembangunan berkelanjutan di daerah. Tanpa kebijakan yang tepat, Jember berisiko mengalami masalah serius di bidang lingkungan dan ketahanan pangan.
Dia berharap ada kesepahaman antara berbagai pihak dalam penyusunan RTRW ini, sehingga semua sektor dapat saling mendukung. Analisanya menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam perencanaan tata ruang sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Melalui forum-forum pengurangan dampak negatif dari perubahan tata guna lahan, Candra berpendapat bahwa keterlibatan masyarakat akan menciptakan sinergi antara pemerintah dan warga. Dalam proses ini, transparansi menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan.
Dengan segala upaya untuk mencapai tujuan tersebut, Jember diharapkan mampu bertransformasi menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing. Kebijakan RTRW yang baik menjadi salah satu fondasi untuk semua itu.
Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Jember
Program pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus yang harus dikejar untuk meningkatkan perekonomian daerah. Candra menggarisbawahi bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah memegang peranan penting dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan adanya Perda yang mendukung UMKM, hal ini akan mempermudah akses permodalan dan pemasaran bagi para pelaku usaha. Candra meyakini bahwa dukungan tersebut dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar.
Candra juga mengajak pemerintah daerah untuk memperhatikan permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Dalam banyak kasus, keterbatasan modal dan pengetahuan menjadi penghalang terbesar dalam pengembangan usaha.
Dia menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mereka tidak hanya mengandalkan produk tradisional, tetapi juga berinovasi dalam memasarkan dan memproduksi. Dengan inovasi, UMKM dapat meraih pasar yang lebih luas.
Dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan dan regulasi akan memudahkan para pelaku usaha untuk berkembang. Melalui kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis, Jember dapat menjadi pusat UMKM yang produktif.
Mendengarkan Aspirasi Rakyat Sebagai Prioritas Utama
Komitmen Candra Ary Fianto untuk mendengar suara rakyat menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat. Dalam setiap reses, ia selalu mencari tahu dan mendiskusikan permasalahan yang dihadapi warganya.
Melalui dialog dan konsultasi, Candra berharap bisa menjawab setiap aspirasi dengan kontribusi riil di bentuk peraturan. Sikap proaktifnya dalam menjalin komunikasi dengan konstituen perlu dicontoh oleh angota dewan lainnya.
Candra merangkul seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Dengan cara ini, ia meyakini bahwa langkah-langkah yang diambil akan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.
Ia mengajak para pelaku usaha dan warga untuk terus berinovasi di tengah tantangan yang ada. Tidak hanya sekadar mencari profit, tetapi juga bagaimana menghasilkan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan segala upaya dan niat baik, Candra siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Ia berkomitmen untuk mengawal setiap perubahan yang berkaitan dengan kepentingan publik demi masa depan Kabupaten Jember.


