www.pantaupublik.id – Pada Jumat pagi, Ketua Masyarakat setempat dikejutkan oleh penemuan jenazah seorang pria berinisial RDT yang telah berusia 55 tahun. Jenazahnya ditemukan di rumahnya di Kelurahan Tanjung Merah, Matuari, Kota Bitung, dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
Peristiwa mengguncangkan ini terjadi pada pukul 08.00 WITA saat Royke Ticoalu, seorang kerabat, datang untuk memberi makan hewan peliharaan dan mengantar makanan. Setelah beberapa kali memanggil dan mengetuk pintu tanpa jawaban, Royke memberanikan diri untuk membuka pintu dan memasuki rumah korban.
Sesampainya di dalam, ia menemukan RDT tergeletak tanpa nyawa di dalam kamar, dengan kondisi tubuh yang mulai menimbulkan bau tidak sedap. Melihat situasi yang sangat mengejutkan itu, Royke segera pulang untuk memberitahu istrinya, Hariyati Sambouw, dan meminta bantuan warga serta pemerintah setempat.
Penemuan Jenazah yang Mengguncang Komunitas Setempat
Khawatir dengan kondisi RDT, warga bergotong-royong untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Ternyata, mereka semua terakhir kali melihat korban hidup pada hari Selasa, 4 November 2025, saat ia melakukan aktivitas normal meskipun diketahui menderita penyakit gout arthritis.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, melalui jajarannya, mengkonfirmasi kejadian tragis ini. Sekitar pukul 09.15 WITA, Tim INAFIS dan anggota Polsek Matuari segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal.
Setelah melakukan investigasi, petugas tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Hal ini memberikan harapan bahwa kejadian ini bukanlah akibat tindakan kriminal, meskipun keluarga dan warga tetap merasakan kedukaan yang mendalam.
Reaksi Keluarga dan Warga Terhadap Kepergian RDT
Pihak keluarga RDT menerima kejadian ini dengan tenang dan ikhlas, mereka menyatakan bahwa ini adalah musibah. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan lebih memilih untuk segera memakamkan almarhum dengan cara yang layak.
Dukungan dari warga sekitar pun sangat terasa, banyak yang mengenang sosok RDT sebagai individu yang ramah dan dekat dengan lingkungan. Kehilangan ini mengejutkan banyak pihak yang selama ini mengenalnya.
Saat kabar mengenai penemuan jenazah ini merebak, suasana di lingkungan sekitar berubah menjadi hening. Warga berkumpul memberikan penghormatan terakhir dan mendukung keluarga yang ditinggalkan.
Proses Penanganan Kejadian oleh Pihak Berwenang
Polisi memastikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Pihak berwenang menjelaskan bahwa tidak ada unsur criminal yang terlihat dari kejadian ini, meskipun proses penyelidikan tetap akan dilanjutkan untuk memastikan semua informasi dapat terungkap dengan jelas.
Tim kepolisian juga melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendapatkan informasi tambahan dari pihak keluarga dan warga yang mungkin memiliki informasi berguna. Meskipun demikian, mereka menghormati keinginan keluarga untuk tidak melakukan autopsi.
Penanganan kejadian ini menjadi prioritas dalam menjaga ketenangan dan keamanan komunitas, terutama mengingat banyaknya perasaan berduka yang melanda masyarakat setempat. Semua pihak berharap kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang.
Dengan situasi yang masih berjalan, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan berkomunikasi baik dengan pihak kepolisian. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua orang.
Kesedihan atas kepergian RDT membawa banyak pelajaran bagi kita semua tentang arti persaudaraan dan saling mencintai dalam komunitas. Bagi yang mengenalnya, sosoknya akan selalu dikenang, dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan. Semoga arwah almarhum diterima di sisi-Nya dan diberikan tempat yang terbaik.


