www.pantaupublik.id – Pendidikan tinggi di Indonesia sedang mengalami transformasi yang signifikan, terutama dalam hal penjaminan mutu. Universitas Negeri Padang (UNP) mengambil inisiatif sebagai tuan rumah acara Temu Nasional ke-5 Jaringan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (JPM PTN-BH) pada 1-2 Oktober 2025.
Dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) melalui Optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Menuju Kampus Berdampak”, acara ini menjadi platform untuk berdiskusi mengenai peningkatan kualitas pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Pembukaan acara ini berlangsung di Ballroom UNP Hotel & Convention Center, di mana Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., menjadi pembicara kunci.
Rektor menegaskan bahwa kualitas pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya sebatas nilai akademik. Ia menyampaikan pentingnya mengintegrasikan penelitian dan aspek administrasi dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi, sehingga menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya berkompeten secara akademik tetapi juga secara profesional.
Peranan Penjaminan Mutu dalam Pendidikan Tinggi di Indonesia
Pendidikan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks terkait dengan penjaminan mutu. Dalam seminar ini, terdapat diskusi mengenai pentingnya mengembangkan standar mutu yang komprehensif, tidak hanya berkaitan dengan hasil belajar, tetapi juga proses dan manajemen pendidikan itu sendiri.
Relevansi kualitas pendidikan semakin penting dalam konteks globalisasi dan persaingan yang ketat. Rektor UNP mengajak semua peserta untuk membahas tantangan yang dihadapi dalam mencapai mutu pendidikan yang berkualitas di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang pesat.
Isu inflasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi sorotan dalam seminar ini. Pembicaraan tersebut diharapkan dapat membuka wacana mengenai kriteria penilaian mutu yang lebih holistik, yang tidak hanya berfokus pada angka, tetapi pada kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa.
Diskusi dan Pertukaran Best Practices di Antara PTN-BH
Acara ini dihadiri oleh 51 perwakilan dari 23 PTN-BH se-Indonesia, yang menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ketua Pelaksana acara, Prof. Dr. Abna Hidayati, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa temu nasional ini adalah forum yang penting untuk saling berbagi pengalaman dan mencapai tujuan bersama.
Melalui diskusi, peserta dapat melihat praktik terbaik dari berbagai institusi yang telah berhasil menerapkan sistem penjaminan mutu. Ini menjadi kesempatan untuk belajar dari pengalaman satu sama lain dan mengadopsi strategi yang efektif dalam menerapkan penjaminan mutu di masing-masing perguruan tinggi.
Partisipasi dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa ada kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi dalam mencapai mutu yang lebih tinggi. Saling berbagi informasi dan pengalaman, diharapkan dapat menciptakan lompatan dalam kualitas pendidikan di Indonesia.
Mewujudkan Kampus Berdampak yang Berbasis pada Penjaminan Mutu
Diskusi dalam acara ini juga difokuskan pada konsep ‘Kampus Berdampak’. Ini adalah visi untuk menciptakan institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pentingnya peran perguruan tinggi dalam masyarakat modern tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui pendidikan yang berkualitas, perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam berbagai sektor, baik di bidang industri maupun dalam pembangunan sosial.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, beberapa narasumber menyarankan bahwa sistem penjaminan mutu harus mampu mengevaluasi tidak hanya hasil akademik tetapi juga dampak sosial dari kegiatan yang dilakukan oleh institusi pendidikan. Ini menegaskan perlunya pendekatan yang lebih luas dalam penjaminan mutu.


